Belum Nishab, Bolehkah menunaikan Zakat.?

Zakat merupakan salah satu bentuk ibadah seorang muslim. Karena zakat merupakan salah satu dari rukun islam yang berjumlah lima. Dalam melaksanakan zakat, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menunaikannya sehingga zakat tersebut dapat diterima oleh Allah SWT. Dalam membayar zakat, harus dipenuhi dua hal yaitu Haul dan Nishab.

                Haul adalah  batasan waktu dalam mengeluarkan zakat. Haul adalah batasan waktu untuk mengeluarkan zakat, seperti zakat peternakan, harta simpanan, dan perdagangan namun berbeda dengan pertanian. Selain haul, terdapat nishab, yaitu harta yang akan dibayarkan zakatnya telah mencapai jumlah tertentu, jika jumlah harta telah mencapai Nishab maka wajib ditunaikan zakatnya.

                Akan tetapi, banyak pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat terkait nishab. Banyak yang mempertanyakan apakah boleh membayar zakat sedangkan jumlah harta yang dimiliki belum mencapai nishab. Terkait hal tersebut, pernah dibahas oleh Ketua Umum PDM Banyumas Dr. Ibnu Hasan, M.Si dalam Zistalk edisi pertama. Dalam Zistalk tersebut, Dr. Ibnu Hasan, M.Si menjawab terkait pertanyaan tersebut.

                Seperti halnya shalat, ada rukun dan syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakannya. Tidak mungkin ketika melaksanakan shalat sebelum waktunya. Hal tersebut pun sama dengan zakat. Ketika belum mencapai nishab maka belum bisa dikeluarkan zakatnya. Namun, selain zakat terdapat pula Infaq dan Shadaqah dimana sifatnya yang lebih fleksibel bisa ditunaikan tanpa harus menunggu haul dan nishab. Oleh karena itu bukan berarti ketika belum mencapai nishab tidak bisa berbagi kepada orang lain, namun sangat bisa dilakukan dengan membayarkan Infaq dan Shadaqah.

                Dengan Infaq dan Shadaqah, setiap muslim dapat terus berbagi dan melakukan kebaikan dimanapun dan kapanpun tanpa harus menunggu Haul dan Nishab. (jnd)

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=kXw_pdWOB6M